Cara Membuat Cempal Oval Unik
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Cempal atau disebut juga jampel adalah penahan panas yang dibuat dari bahan kain berlapis yang digunakan untuk mengangkat peralatan yang masih panas seperti wajan, panci dan lainnya. Jadi, cempal merupakan peralatan memasak yang juga harus dimiliki kan?
Ada banyak sekali jenis cempal yang bisa digunakan untuk menahan panasnya panci dan wajan. Jika dulu orang menggunakan daun, seiring dengan perkembangan zaman, kini cempal hadir dengan beraneka ragam bentuk yang unik.
Meskipun cempal atau jampel banyak dijual di pasaran dengan harga yang sangat murah, toh masih banyak orang yang setia menggunakan gombal (kain yang sudah jelek). Alasannya tidak sampai hati menggunakan cempal yang bagus-bagus. Mereka tidak ingin cempal yang bagus jadi kotor dan hitam kena angus. Akhirnya cempal yang unik pun beralih fungsi menjadi hiasan dinding.
Bagaimanapun bagusnya, cempal tetaplah cempal yang digunakan untuk menahan panas dan anda pun pasti butuh. Tidak usah membeli cempal apalagi dengan harga yang mahal jika anda bisa membuatnya sendiri. Anda bisa membuat cempal atau jampel yang unik dari kain perca. Cempal unik bentuk oval dari kain perca seperti ini sangat cocok untuk anda yang hobby memasak sekaligus ingin mempercantik ruang dapur.
Bagaimana? Penasaran ingin membuatnya juga? Lanjutkan membaca ya...
Alat dan Bahan :
1. Pola berbentuk oval
3. 2 kain perca. Yang pertama kain perca motif kotak kotak besar. Dan yang kedua kain perca motif kotak kotak kecil.
4. Kain flanel
5. Gunting
6. Spidol/kapur
7. Benang jahit
8. Jarum jahit
Cara pembuatan :
1. Cetak pola berbentuk oval yang sudah disiapkan, di atas kain perca kuning motif kotak besar.
2. Gunting kain mengikuti pola yang sudah dibuat. Membutuhkan 2 potongan kain.
4. Cetak pola berbentuk setengah oval yang sudah disiapkan, diatas kain perca motif kotak kecil.
5. Gunting kain mengikuti pola yang sudah dibuat. Membutuhkan 2 potongan kain, untuk bagian kanan dan kiri.
3. Buat pola yang sama diatas kain flanel untuk bagian dalam cempal.
4. Gunting kain flanel mengikuti pola yang sudah dibuat. Membutuhkan 3 kain flanel. Untuk bentuk setengah oval membutuhkan 2 kain flanel, dan untuk full oval membutuhkan 1 kain flanel.
5. Untuk kain yang berbentuk setengah oval, disatukan terlebih dahulu dengan kain flanel. Tepi kain dilipat kedalam kemudian dijahit manual.
6. Selanjutnya, masukkan kain flanel kedalam bentuk full oval kemudian dijahit dan ditumpuk seluruh bagian kain.
7. Kemudian jahit semua sisinya.
8. Cempal siap digunakan.
Semoga bermanfaat, selamat berkreasi.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Rabu, 19 September 2018
Sabtu, 18 Agustus 2018
Cara Membuat Piring dari Gelas Plastik Bekas
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Disekitar kita barang-barang bekas seperti gelas plastik bekas sudah tidak asing lagi bagi kita. Sehingga saya menuangkan ide untuk membuat kreasi dengan bahan dasar dari gelas plastik bekas menjadi sebuah kerajinan piring cantik, sehingga bisa menjadi suatu yang bernilai lebih dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan gelas plastik yang hanya digunakan saja tanpa dituangkan ide-ide yang menarik.
Alasan saya memilih membuat kerajinan ini adalah :
• Belum ada dikota Kudus
• Bahan yang digunakan sangat mudah ditemukan
• Tidak mengeluarkan biaya sama sekali untuk mempersiapkan bahan yang akan digunakan
• Mengurangi limbah gelas plastik di lingkungan sekitar
• Proses pembuatan teliti dan detail mungkin
• Untuk meningkatkan nilai jual dengan bahan baku mudah didapat di dipemasok barang-barang bekas atau dari tetangga di sekitar.
Melihat potensi lingkungan sekitar sekarang masih sangat jarang yang mengkreasikan daur ulang barang-barang bekas menjadi sebuah benda yang bermanfaat dan mempunyai nilai jual yang lebih serta banyaknya minat teman-teman yang ingin belajar membuat atau merangkai sendiri kerajinan dari gelas pelastik bekas, maka saya putuskan untuk berbagi ilmu cara membuat kreasi dari gelas pelastik di blog saya ini.
Sebagai langkah awal, untuk kali ini kita akan belajar merangkai bulatannya dulu.
- Gelas Pelastik bekas yang banyak, (Teh Gelas, Ale-Ale, Teh Rio, Govit, Dll).
- Tali untuk menjalin (bagi pemula sebaiknya gunakan tali plastik kecil yang biasa dipakai pekerja bangunan sebagai patokan untuk meratakan corcoran, bisa dibeli di toko bangunan dengan berbagai warna).
- Gunting
- Silet yang masih baru.
- Korek api gas (mancis) untuk membakar ujung-ujung tali agar tidak pecah/berbulu.
A. Tekuk gelas dibagian pangkal bibir gelas, kemudian potong dengan gunting, pisahkan antara bibir gelas dengan badan gelas.
B. Rapikan bibir gelas (bulatan) dengan menggunakan silet, bagian sisi luar, sisi dalam, dan sisa potongan badan gelas di bagian bawah bibir gelas dirapikan dengan silet hingga benar-benar mulus.
C. Rangkai bulatan menjadi jalinan dengan mengikat setiap pertemuan ujung bulatan dengan tali, hingga menjadi rangkaian yang memanjang.
Langkah-Langkah merangkai bulatan bibir gelas:
1) Potong tali sesuai panjang yang di perlukan, kemudian bakar ujung-ujungnya agar tidak pecah.
2) Ambil 3 buah bulatan,(ke 1,2dan 3) dan susun menyamping dengan menggunakan tangan kiri.
3) Kemudian ambil satu bulatan lagi, (ke 4) dengan tangan kanan. Kemudian masukkan/selipkan ujung kiri bulatan yang 4 ini kebawah dari ujung kanan bulatan ke 1.
4) Ambil bulatan ke 5 dan masukkan/selipkan di bawah dari ujung bulatan ke 2, buat hingga
ujung kiri bulatan ke 5 bertumpang dengan ujung kanan bulatan ke 1;
Kemudian ikat pada pertemuan itu dengan tali, dengan cara masukkan ujung tali dari belakang kedepan, kemudian masukkan kembali ujung tali kebelakang pada sisi yang satunya;
Ikat tali pada posisi belakang bahan, dan pada posisi depan ikatan tidak terlihat, hanya terlihat garis lurus saja. Ikat tali dengan rapat dan kuat dengan sekali lilitan.
5) Ambil bulatan ke 6 dan masukkan/selipkan di bawah dari ujung bulatan ke 3, hingga
ujung kiri bulatan ke 6 bertumpang dengan ujung kanan bulatan ke 2;
Kemudian ikat pada pertemuan itu dengan tali, dengan mengeluarkan ujung tali pada sisi kanan tumpangan dan memasukkan kembali ujungnya pada sisi kiri kemudian ikat tali pada posisi belakang seperti cara sebelumnya;
Posisi ikatan disejajarkan dan diluruskan dengan ikatan yang pertama agar tampak
rapi, demikian juga jika dilihat dari belakang. Ikat dengan kuat dan jangan sampai longgar/kendor.
6) Lakukan langkah tersebut berulang-ulang hingga terbentuk jalinan bulatan yang memanjang dan siap dibentuk menjadi apa saja dengan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan.
7) Untuk menggabungkan kedua ujung rangkaian hingga menjadi bulat/lingkaran, selipkan setiap ujung bulatan pada sisi yang satu keujung bulatan pada sisi yang lain agar berpasangan dengan cara yang sama seperti pada saat merangkai, dan terbentuklah rangkaian yang melingkar.
8) Untuk membuat piring atau kerajinan yang memerlukan lebih dari satu rangkaian bulatan, maka untuk menyatukan dua rangkaian adalah dengan mensejajarkan posisi keduarangkaian dan dijalin dengan tali dengan memasukkan tali pada lubang kecil yang ada pada setiap sisi rangkaian.
Berikut foto hasil kerajinan yang saya buat :
Banyak sekali minuman instan yang dijual di warung / toko yang terbuat dari plastik yang berbentuk gelas. Dengan berbagai rasa sehingga banyak orang yang lebih memilih membeli minuman pada kemasan gelas / botol karena dianggap lebih praktis. Lebih – lebih banyak kantin sekolah yang menjual itu dan menyebabkan tingkat limbah gelas plastik pada sekolah menjadi urutan yang paling atas.
Disekitar kita barang-barang bekas seperti gelas plastik bekas sudah tidak asing lagi bagi kita. Sehingga saya menuangkan ide untuk membuat kreasi dengan bahan dasar dari gelas plastik bekas menjadi sebuah kerajinan piring cantik, sehingga bisa menjadi suatu yang bernilai lebih dan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan gelas plastik yang hanya digunakan saja tanpa dituangkan ide-ide yang menarik.
Alasan saya memilih membuat kerajinan ini adalah :
• Belum ada dikota Kudus
• Bahan yang digunakan sangat mudah ditemukan
• Tidak mengeluarkan biaya sama sekali untuk mempersiapkan bahan yang akan digunakan
• Mengurangi limbah gelas plastik di lingkungan sekitar
• Proses pembuatan teliti dan detail mungkin
• Untuk meningkatkan nilai jual dengan bahan baku mudah didapat di dipemasok barang-barang bekas atau dari tetangga di sekitar.
Melihat potensi lingkungan sekitar sekarang masih sangat jarang yang mengkreasikan daur ulang barang-barang bekas menjadi sebuah benda yang bermanfaat dan mempunyai nilai jual yang lebih serta banyaknya minat teman-teman yang ingin belajar membuat atau merangkai sendiri kerajinan dari gelas pelastik bekas, maka saya putuskan untuk berbagi ilmu cara membuat kreasi dari gelas pelastik di blog saya ini.
Sebagai langkah awal, untuk kali ini kita akan belajar merangkai bulatannya dulu.
- Bahan:
- Gelas Pelastik bekas yang banyak, (Teh Gelas, Ale-Ale, Teh Rio, Govit, Dll).
- Tali untuk menjalin (bagi pemula sebaiknya gunakan tali plastik kecil yang biasa dipakai pekerja bangunan sebagai patokan untuk meratakan corcoran, bisa dibeli di toko bangunan dengan berbagai warna).
- Peralatan :
- Gunting
- Silet yang masih baru.
- Korek api gas (mancis) untuk membakar ujung-ujung tali agar tidak pecah/berbulu.
- Cara Membuat :
A. Tekuk gelas dibagian pangkal bibir gelas, kemudian potong dengan gunting, pisahkan antara bibir gelas dengan badan gelas.
B. Rapikan bibir gelas (bulatan) dengan menggunakan silet, bagian sisi luar, sisi dalam, dan sisa potongan badan gelas di bagian bawah bibir gelas dirapikan dengan silet hingga benar-benar mulus.
C. Rangkai bulatan menjadi jalinan dengan mengikat setiap pertemuan ujung bulatan dengan tali, hingga menjadi rangkaian yang memanjang.
Langkah-Langkah merangkai bulatan bibir gelas:
1) Potong tali sesuai panjang yang di perlukan, kemudian bakar ujung-ujungnya agar tidak pecah.
2) Ambil 3 buah bulatan,(ke 1,2dan 3) dan susun menyamping dengan menggunakan tangan kiri.
3) Kemudian ambil satu bulatan lagi, (ke 4) dengan tangan kanan. Kemudian masukkan/selipkan ujung kiri bulatan yang 4 ini kebawah dari ujung kanan bulatan ke 1.
4) Ambil bulatan ke 5 dan masukkan/selipkan di bawah dari ujung bulatan ke 2, buat hingga
ujung kiri bulatan ke 5 bertumpang dengan ujung kanan bulatan ke 1;
Kemudian ikat pada pertemuan itu dengan tali, dengan cara masukkan ujung tali dari belakang kedepan, kemudian masukkan kembali ujung tali kebelakang pada sisi yang satunya;
Ikat tali pada posisi belakang bahan, dan pada posisi depan ikatan tidak terlihat, hanya terlihat garis lurus saja. Ikat tali dengan rapat dan kuat dengan sekali lilitan.
5) Ambil bulatan ke 6 dan masukkan/selipkan di bawah dari ujung bulatan ke 3, hingga
ujung kiri bulatan ke 6 bertumpang dengan ujung kanan bulatan ke 2;
Kemudian ikat pada pertemuan itu dengan tali, dengan mengeluarkan ujung tali pada sisi kanan tumpangan dan memasukkan kembali ujungnya pada sisi kiri kemudian ikat tali pada posisi belakang seperti cara sebelumnya;
Posisi ikatan disejajarkan dan diluruskan dengan ikatan yang pertama agar tampak
rapi, demikian juga jika dilihat dari belakang. Ikat dengan kuat dan jangan sampai longgar/kendor.
6) Lakukan langkah tersebut berulang-ulang hingga terbentuk jalinan bulatan yang memanjang dan siap dibentuk menjadi apa saja dengan panjang yang disesuaikan dengan kebutuhan.
7) Untuk menggabungkan kedua ujung rangkaian hingga menjadi bulat/lingkaran, selipkan setiap ujung bulatan pada sisi yang satu keujung bulatan pada sisi yang lain agar berpasangan dengan cara yang sama seperti pada saat merangkai, dan terbentuklah rangkaian yang melingkar.
8) Untuk membuat piring atau kerajinan yang memerlukan lebih dari satu rangkaian bulatan, maka untuk menyatukan dua rangkaian adalah dengan mensejajarkan posisi keduarangkaian dan dijalin dengan tali dengan memasukkan tali pada lubang kecil yang ada pada setiap sisi rangkaian.
Berikut foto hasil kerajinan yang saya buat :
Catatan :
Untuk hasil yang lebih cantik, seragamkan warna pada bulatan diposisi yang sama. Setelah selesai menjalin, hasil pertemuan dari ujung ujung tali yang diikat juga dibakar agar terlihat rapi, namun hati hati saat membakar, agar tidak membakar tali yanh mengikat jalinan.
Semoga bermanfaat, selamat berkreasi.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Langganan:
Komentar (Atom)









